Berawal dengan heboh, berakhir dengan pemecahan rekor. Kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2009, kemarin mengakhiri seri Papua. Sekitar 3.000 penonton bergantian memadati GOR Cenderawasih Jayapura, menyaksikan dua pertandingan final.
Dengan jumlah penonton yang terus membeludak, berarti total penonton Honda DBL 2009 di Jayapura menembus angka 17 ribu. Padahal, hanya diselenggarakan enam hari pertandingan, sejak kompetisi ini dimulai 16 Januari lalu. Di antara semua kota yang pernah menyelenggarakan DBL, penonton di Papua termasuk yang paling dahsyat. Bahkan, dalam jumlah penonton per hari dan per pertandingan, ini satu-satunya provinsi yang bisa menyaingi Jawa Timur," kata Azrul Ananda, commissioner DBL. Azrul menambahkan, tidak ada yang pernah menyangka Honda DBL 2009 bisa begitu heboh di Papua. "Sekali lagi, ini melebihi segala ekspektasi. Memberi tantangan berat bagi kota-kota penyelenggara yang lain," ucapnya.
Dalam pertandingan pertama kemarin, SMA Teruna Bakti Jayapura berhasil merebut champion putri. Yohana Magdalena Momot dkk berhasil mengalahkan SMAN 1 Jayapura dengan skor telak, 102-15. Dalam laga itulah pemecahan rekor terjadi. Yohana memecahkan rekor poin terbanyak. Dia membukukan 71 poin, terbanyak dalam sejarah penyelenggaraan even ini sejak 2004 lalu. Yohana juga meraup 12 rebound, 4 assist, dan 15 steal. Rekor SMA putri sebelumnya dipegang oleh Sumiati, bintang SMA YPPI 2 Surabaya. Pada final Jawa Timur 2007 lalu, Sumiati mencetak 54 poin. Pantas bila Yohana mendapat banyak penghargaan individual. Selain masuk League DBL First Team dari Papua, dia juga mendapat gelar Honda Most Valuable Player (MVP). Berarti, Yohana berhak terbang ke Surabaya pada Agustus nanti, mengikuti Indonesia Development Camp 2009. Berarti, dia akan bertemu dan berlatih bersama pemain dan pelatih NBA.
Mendapat begitu banyak gelar, Yohana tetap rendah diri. Dia bilang, yang paling membuat dirinya senang kemarin adalah gelar juara untuk Teruna Bakti. "Banyak teman-teman yang baru kali ini ikut bertanding. Senang bisa meraih gelar di kompetisi sebesar ini," ucapnya. Gelar putri ini menambah kesuksesan SMA Teruna Bakti di Honda DBL 2009 di Papua. Sebelumnya, sekolah itu juga menyapu semua supporting event. Tim yel-yelnya meraih juara pertama. Para pemain dan ofisialnya berhasil merebut kemenangan di ajang Blade Team Challenge dan Relaxa Skill Contest. Kemudian, para pendukungnya pun meraih kemenangan di Honda Tic Tac Toe dan merebut gelar bergengsi Supporter Award (suporter terbaik).
Namun, Teruna Bakti gagal menyapu semua gelar. Tim putranya kalah di final, ditundukkan SMAN 1 Merauke dengan skor 120-44. Sebenarnya, Teruna Bakti sempat unggul di awal game. Sayang, bintang utamanya, Richardus Ciputra, di-eject pada kuarter kedua. Dia mendapat technical foul pertama karena wasit menilai dia melakukan diving. Karena memprotes wasit, dia pun langsung didepak dari pertandingan (disqualifying foul). Sesuai aturan DBL, pemain yang di-eject dari pertandingan juga di-eject dari turnamen. Alhasil, bukan hanya kehilangan kesempatan merebut gelar, Ciputra juga tidak jadi masuk daftar League DBL First Team. Dia tidak jadi ke Surabaya dan bertemu pemain NBA. (art/rio)
League DBL First Team (Ke Surabaya dan bertemu NBA)
Dengan jumlah penonton yang terus membeludak, berarti total penonton Honda DBL 2009 di Jayapura menembus angka 17 ribu. Padahal, hanya diselenggarakan enam hari pertandingan, sejak kompetisi ini dimulai 16 Januari lalu. Di antara semua kota yang pernah menyelenggarakan DBL, penonton di Papua termasuk yang paling dahsyat. Bahkan, dalam jumlah penonton per hari dan per pertandingan, ini satu-satunya provinsi yang bisa menyaingi Jawa Timur," kata Azrul Ananda, commissioner DBL. Azrul menambahkan, tidak ada yang pernah menyangka Honda DBL 2009 bisa begitu heboh di Papua. "Sekali lagi, ini melebihi segala ekspektasi. Memberi tantangan berat bagi kota-kota penyelenggara yang lain," ucapnya.
Dalam pertandingan pertama kemarin, SMA Teruna Bakti Jayapura berhasil merebut champion putri. Yohana Magdalena Momot dkk berhasil mengalahkan SMAN 1 Jayapura dengan skor telak, 102-15. Dalam laga itulah pemecahan rekor terjadi. Yohana memecahkan rekor poin terbanyak. Dia membukukan 71 poin, terbanyak dalam sejarah penyelenggaraan even ini sejak 2004 lalu. Yohana juga meraup 12 rebound, 4 assist, dan 15 steal. Rekor SMA putri sebelumnya dipegang oleh Sumiati, bintang SMA YPPI 2 Surabaya. Pada final Jawa Timur 2007 lalu, Sumiati mencetak 54 poin. Pantas bila Yohana mendapat banyak penghargaan individual. Selain masuk League DBL First Team dari Papua, dia juga mendapat gelar Honda Most Valuable Player (MVP). Berarti, Yohana berhak terbang ke Surabaya pada Agustus nanti, mengikuti Indonesia Development Camp 2009. Berarti, dia akan bertemu dan berlatih bersama pemain dan pelatih NBA.
Mendapat begitu banyak gelar, Yohana tetap rendah diri. Dia bilang, yang paling membuat dirinya senang kemarin adalah gelar juara untuk Teruna Bakti. "Banyak teman-teman yang baru kali ini ikut bertanding. Senang bisa meraih gelar di kompetisi sebesar ini," ucapnya. Gelar putri ini menambah kesuksesan SMA Teruna Bakti di Honda DBL 2009 di Papua. Sebelumnya, sekolah itu juga menyapu semua supporting event. Tim yel-yelnya meraih juara pertama. Para pemain dan ofisialnya berhasil merebut kemenangan di ajang Blade Team Challenge dan Relaxa Skill Contest. Kemudian, para pendukungnya pun meraih kemenangan di Honda Tic Tac Toe dan merebut gelar bergengsi Supporter Award (suporter terbaik).
Namun, Teruna Bakti gagal menyapu semua gelar. Tim putranya kalah di final, ditundukkan SMAN 1 Merauke dengan skor 120-44. Sebenarnya, Teruna Bakti sempat unggul di awal game. Sayang, bintang utamanya, Richardus Ciputra, di-eject pada kuarter kedua. Dia mendapat technical foul pertama karena wasit menilai dia melakukan diving. Karena memprotes wasit, dia pun langsung didepak dari pertandingan (disqualifying foul). Sesuai aturan DBL, pemain yang di-eject dari pertandingan juga di-eject dari turnamen. Alhasil, bukan hanya kehilangan kesempatan merebut gelar, Ciputra juga tidak jadi masuk daftar League DBL First Team. Dia tidak jadi ke Surabaya dan bertemu pemain NBA. (art/rio)
League DBL First Team (Ke Surabaya dan bertemu NBA)
Putra
1. Elias Henche Thesia (SMAN 1 Jayapura)
2. Elizer Wambrauw (SMKN 3 Jayapura)
3. Ronny Rahangmetan (SMA Teruna Bakti Jayapura)
4. Fransisko Gebse (SMAN 1 Merauke)
5. Ronald FS Inarkombo (SMAN 2 Jayapura)
Coach: Frans Lucky Liptiay (SMAN 1 Merauke)
Putri
1. Yohana M. Momot (SMA Teruna Bakti Jayapura)
2. Susanty Day (SMA Gabungan Jayapura)
3. Ditha Aprilia (SMA 1 Jayapura)
4. Margareta Yopeng (SMAN 3 Jayapura)
5. Sarche Meradith (SMAN 4 Jayapura)
Coach: Keithe Aragay (SMAN 4 Jayapura)
Sumber : sumatera ekspres

Artikel 