Kunjungi RSUD, SDI Mopah Baru dan Stadion Katal Pal
MERAUKE - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) RI, H.R Agung Laksono bersama rombongan dan Sekretaris Daerah Merauke, Drs. Daniel Pauta, Ketua DPRP, Ir. Leonardus Mahuze dan Muspida lainnya melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, Sekolah Dasar Inpres Mopah Baru dan Stadion Katal Pal Merauke, Jumat (21/12) kemarin.
Pada pukul 10.00 WIT, rombongan Menkokesra keluar dari Swiss-bel Hotel menuju RSUD Merauke. Menkokesra bersama rombongan di sambut dan didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Merauke, dr. Stefanus Osok dan Direktur RSUD Merauke, dr. Adolf Bolang, meninjau keadaan RSUD Merauke dan berdialog dengan beberapa pasien di rumah sakit.
Kunjungan kerja Menkokesra ke RSUD terkait pelaksanaan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) bagi seluruh masyarakat miskin di Indonesia dan usulan pembangunan RSUD Merauke.
“Bisa kita lihat bangunannya model lama, perlu dipikirkan bangun baru atau relokasi. Saya sependapat bahwa rumah sakit ini perlu di relokasi mengingat Merauke akan menjadi sub center atau tempat rujukan pasien di wilayah Papua Selatan. Intinya, perlu adanya penguatan-penguatan, baik tenaga medis dan alat-alat kesehatan. Saya kira mereka sudah menyiapkan tanah, segera saja dimulai, tentu butuh kerja sama pemerintah pusat dan propinsi,” kata Menkokesra kepada wartawan.
Dikatakan Agung Laksono, Pemerintah pusat mengharapkan sebagian dana Otsus dapat digunakan untuk rencana pembangunan rumah sakit baru di Kabupaten Merauke.
Pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten perlu bekerja sama untuk membangun rumah sakit. Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) RI tidak hanya digunakan untuk pembangunan satu kabupaten, tetapi semua propinsi dan kabupaten di Indonesia. Oleh karena itu, diharapkannya, pola pembiayaan pembangunan rumah sakit baru harus dibiayai secara gotong royong oleh pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten.
“Alangkah baiknya kalau ada pos dana Otsus, dana itu langsung dikerahkan untuk pembangunan rumah sakit supaya rakyat merasakan. Ada dukungan dana APBN dan otomatis kewajiban pemerintah pusat untuk memberikan dana itu, tetapi pemerintah juga memikirkan sekian banyak kabupaten, sehingga tidak bisa dalam waktu yang sama dan jumlah yang besar. Vasilitas rumah sakit perlu ditingkatkan, air saja jadi masalah. Saya kira kunjungan saya ke sini menjadi suatu contoh bahwa kesejahteraan rakyat perlu di lihat dari aspek kesehatan. Karena, rumah sakit ini melayani sekian juta orang di wilayah Papua Selatan,” ujar Menkokesra.
Smentara itu, staff Instalasi Pemiliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) RSUD Merauke, Paskalina Andes mencegat Menkokesra guna meminta bantuan terkait kebutuhan RSUD khususnya di ruang IPSRS.
“Saya mau mati dengan air, saya minta tangki air satu dan mobil pengangkut sampah, terima kasih bapak, “ katanya.
Menanggapi permintaan staff RSUD, Menkokesra mengatakan akan berupaya memenuhi kebutuhannya. “Jadi tangki air satu dan satu mobil sampah, baik, banyak berdoa ya bu, mudah-mudahan akan terpenuhi,” ujar Menkokesra.
Sekitar pukul 10.30 WIT, Menkokesra beserta rombongan bergerak menuju Keluharan Rimba Jaya meninjau SDI Mopah Baru.
Tiba di lokasi, Menkokesra disambut oleh Kepala Sekolah SDI Mopah Baru, Fransiskus Waniyob, para guru dan murid. Menkokesra sempat berdialog dengan para murid, kemudian meninjau ruangan guru dan berdialog dengan Kepala Sekolah. Kepala Sekolah SDI Mopah Baru, Fransiskus Waniyob menyerahkan surat permohonan pembangunan pagar sekolah dan kebutuhan lainnya.
Sekitar pada pukul 11.00 WIT, Menkokesra bersama rombongan tiba di Stadion Katal Pal dan disambut oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Merauke, Drs. Thomas Walang didampingi Ketua Umum Koni Cabang Merauke, Steven Abraham. Menkokesra meninjau kondisi stadion serta berdialog dengan Kadis Dispora terkait percepatan pembangunan Stadion Katal Pal.
“Jangan sampai keburu rusak, penanggung jawab proyek ini melalui bupati tentunya, segera mengajukan tambahan anggaran penyelesaian, baik dari APBD kabupaten, propinsi juga dana otsus kalau bisa serta dana APBN. Kami mengharapkan, dengan dana sebesar 35 miliar pembangunan Tribun A ini plus penyelesaiannya sudah bisa digunakan. Penghijauan bisa dibantu oleh Kementrian Kehutanan, dengan bibit dan program penanaman pohon, hingga lebih sejuk, lebih asri,” kata Menkokesra.
Ditambahkannya, prestasi olahraga dan potensi olahragawan di Kabupaten Merauke perlu dikembangkan, mengingat banyak para atlit dan olahragawan Merauke yang sukses di pentas nasional dan internasional, seperti pesepakbola dan atlit lempar lembing, lempar cakram, dayung dan sebagainya.
“Lapangan ini penting dalam rangka kreatifitas serta menampung bibit anak-anak muda untuk menyalurkan bakat olahraga. Banyak olahragawan dari Merauke yang berbakat di sepak bola dan atlit. Saya kira sudah saatnya disiapkan, mudah-mudahan tersedianya anggaran secara bertahap, itu sudah bisa digunakan. Sehingga pada akhir tahun ini atau awal tahun 2014, pekerjaan stadion dilanjutkan tentu melalui pengawasan dan akuntabilitas yang terjaga,” tandas Menkokesra.
Selanjutnya sekitar pukul 11.45 WIT, rombongan Menkokesra bergerak menuju Bandar Udara Mopah dan makan siang bersama segenap unsur Muspida di VIP Room Bandara Mopah. Sekitar pukul 12.00 WIT, Menkokesra, H.R Agung Laksono bersama rombongan take off dari bandara menuju Timika dengan menggunakan pesawat Kasa Polri. (lea/.achi/LO1)

Artikel 