Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya.
UPDATE!! Berita di Radar Merauke dapat dibaca langsung lewat Smartphone Android! Baca fiturnya DISINI atau Download aplikasinya disini : LINK Download Android RadarMeraukeCom.APK !!! Baca berita Via Opera Mini Atau Browser Handphone (Blackberry/Iphone/Symbian) : http://www.radarmerauke.com/?m=1 .

Wednesday, 5 December 2012

Hentikan Pro-Kontra, Pendidikan di Kampung ‘Pincang’


Vincent Mekiuw
Merauke – Pelantikan para kepala sekolah (Kepsek) baik dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA/SMK di Merauke, memunculkan pro dan kontra. Bagi mereka yang mendapatkan posisi aman, tentunya memilih diam dan mensyukurinya. Tetapi bagi Kepsek yang mungkin sudah lama memimpin suatu sekolah dan didipindahkan atau non job, tentunya tidak akan tinggal diam. Aksipun bisa dilancarkan dengan melakukan protes.
Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Drs. Vincentius Mekiuw yang ditemui media ini, Senin (3/12) menegaskan, pro dan kontra itu adalah hal wajar. Tetapi sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), harus siap ditempatkan dimana saja. “Saya memahami jika ada yang dipindahkan dan melakukan protes. Tetapi harus dingat bahwa Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT memiliki kewenangan penuh untuk menentukan,” tandasnya.
Olehnya, lanjut Vincent, siapapun yang adalah bawahan, harus tunduk dan melaksanakan. “Kami dari dinas juga mengusulkan nama-nama ke Bupati Merauke agar dipertimbangkan. Jika tidak dilantik menjadi Kepsek, kita harus terima. Karena itu adalah hak prerogatif seorang bupati,” ungkapnya.
Lebih lanjut Vincent mengungkapkan, kegiatan belajar mengajar di daerah  pedalaman, tidak berjalan sama sekali. Dengan demikian, Bupati Merauke mengambil langkah seperti demikian agar Kepsek yang baru, bisa menjalankan tugas dan tanggungjawab dengan sebaik mungkin. Artinya bahwa, tetap berada di kampung dan ikut mengontrol terhadap para guru yang lain. Sehingga kegiatan belajar mengajar, dapat berjalan normal kembali.
Dijelaskan, setelah pelantikan para Kepsek, akan dilanjutkan lagi dengan mutasi para guru. Bagi yang sudah lama di kota dan telah menyelesaikan studi di perguruan tinggi, maka bersiap-siaplah untuk bertugas di kampung. Nantinya para guru dari kampung, akan ke kota sekaligus bisa melanjutkan studi dan menjalankan tugasnya di sekolah.
Ditambahkan, khusus para guru orang asli Kimaam, akan dimutasikan juga ke tempat lain. Biarkan orang lain dari luar yang bertugas disana. Sehingga kegiatan belajar mengajar berjalan lebih baik lagi. “Ya, dalam waktu dekat akan segera dilakukan mutasi juga,” ujarnya. (FR/Merauke)
Share on :
Silahkan berikan komentar melalui Facebook. Jangan lupa login dulu melalui akun facebook anda. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan radarmerauke.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Ditulis Oleh : ~ Portal Berita Merauke

Artikel Hentikan Pro-Kontra, Pendidikan di Kampung ‘Pincang’ ini diposting oleh Portal Berita Merauke pada hari Wednesday, 5 December 2012. Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.
 
© Copyright RadarMerauke.com | Portal Berita Merauke @Since 2008 - 2013 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Owner Template | Published by Owner Template and Owner
WWW.RADARMERAUKE.COM - PORTAL BERITA MERAUKE
( www.radarmerauke.me | www.radarmerauke.asia | Email : radarmerauke@gmail.com | radarmerauke@yahoo.com )

Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Bintang Papua, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, suluhpapua, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.