Burhan, dosen Unsamus(Jubi/Ans)Merauke (16/10)--- Para guru di Kabupaten Merauke yang tergabung dalam wadah atau organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) diminta agar harus berbesar hati dan menerima kebijakan yang ‘ditelorkan’ Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT untuk pembayaran gaji secara manual. Hal itu, tentunya ada alasan yang sangat mendasar.
Permintaan itu disampaikan salah seorang dosen Universitas Musamus (Unmus) Merauke, Burhanuddin Zein, SH, MH yang ditemui tabloidjubi.com, Selasa (16/10).
“Saya kira kebijakan bupati itu, tentunya berangkat dari fakta yang terjadi di lapangan. Dimana, kegiatan belajar mengajar tidak berjalan dengan baik selama ini,” katanya.
Para guru juga, lanjut Zein, harus menyadari diri dan siap untuk kembali tugas di kampung kembali. Selama ini, bisa saja hak tetap diterima sebagaimana biasa tiap bulan yakni gaji. Sementara anak didik yang mestinya harus mendapatkan perhatian untuk bisa dididik secara baik dan benar, justru tidak berjalan sama sekali.
“Bagi saya langkah yang dilakukan oleh Bupati Merauke sangat tepat. Karena tentunya akan ada dampak positif yang dirasakan tatkala para guru benar-benar mengabdikan diri di depan kelas,” katanya. (Jubi/Ans)

Artikel 