Kabupaten Merauke yang bermoto “Izakod Bekai Izakod Kai“ yang berarti Satu Hati Satu Tujuan,merupakan daerah yang punya pontensi sumberdaya alam sanggat besar,dengan masyarakat yang dinamis, aman tenteram, damai, tidak bergejolak,tidak ribut-ribut, sehingga mansyarakat lebih fokus dalam melaksanakankegiatanya, terutama bidang pertanian. Merauke adalah salah satugerbang masuk ke Indonesia dari negara tetangga Australia maupun PapuaNew Guinea (PNG), karena itu pembangunan dan keberhasilan daerah inisangat strategis dan sebagai show window kerberhasilan pembangunannasional. Lebih jauh dari itu, Merauke telah merumuskan visinya yaitu “Agropolitan dan Lumbung Pangan Nasional”
Sumberdaya dan Peluang Besar
Seringorang mengatakan bahwa pengembangan wilayah di Papua sulit karena medandan alamnya berat penuh tantangan dan hambatan, belum lagi masalahketerbelakangan dan sosial budaya. Tetapi melihat kongdisi sumberdayaalam, potensi wilayah, agroekosistem serta masyarakat disini tidaklahdemikian adanya. Daerah Merauke umumnya merupakan dataran rendah yangsangat luas, sehingga potensial untuk pengembangan pertanian, hanyasaja perlu gerakan, terobosan dan dukungan untuk pengembangannya.
Dariatas pesawat udara mendekati kota Merauke, sepanjang mata memandangyang terlihat hanyalah dataran yang luas, tidak ada gunung dan bukit,sebagian telah dikembangkan sebagai areal pertanian, namun masih banyaklagi yang terbengkalai belum dimanfaatkan. Lahan rawa disini sangatberbeda dengan daerah lain yang merupakan lahan gambut, disinimerupakan lahan datar dan ber-rawa aluvial, sehingga cocok untukmengembangkan berbagai jenis tanaman. Sumberdaya air justru melimpahdan jumlah curah hujan dan hari hujan sepanjang tahun juga banyak.
Permasalahanlebih banyak karena aspek sumberdaya manusia, karena kekurangan tenagakerja ataupun penduduk untuk memanfaatkan potensi dan sumberdaya alamyang melimpah ini, disamping kemampuan dan adopsii teknologi budidayapada masyarakat lokal yang masih rendah. Beruntung disini semenjakawal tahun 90-an telah banyak ditempatkan tranmigran, mereka inilahyang menjadi andalan dan pelopor dalam mengolah dan memanfaatkansumberdaya lahan tersebut untuk pembangunan pertanian, namun itupundirasakan masih jauh dari cukup.
Saat ini Merauke punyalahan pertanian yang siap dikembangkan seluas 1,94 juta hektar danlahan kering 0,55 juta hektar, hanya saja kondisi infrastruktur fisikwilayah yang kurang memadai, disamping kesulitan dalam akses pasar.Berbagai jenis tanaman pangan (terutama padi, jagung, kacang-kacangandan biji-bijian) berkembang baik di daerah ini dengan produktivitastinggi, sementara komoditas hortikultura yang pernah dibudidayakan jugasangat memuaskan, seperti kol, wortel, kacang panjang, cabe merah,bawang merah, ketimun dll. Dengan demikian tidaklah salah bila daerahini telah dicanangkan oleh Presiden sebagai Lumbung Pangan dan EnergiNasional.
Sumberdaya dan Peluang Besar
Seringorang mengatakan bahwa pengembangan wilayah di Papua sulit karena medandan alamnya berat penuh tantangan dan hambatan, belum lagi masalahketerbelakangan dan sosial budaya. Tetapi melihat kongdisi sumberdayaalam, potensi wilayah, agroekosistem serta masyarakat disini tidaklahdemikian adanya. Daerah Merauke umumnya merupakan dataran rendah yangsangat luas, sehingga potensial untuk pengembangan pertanian, hanyasaja perlu gerakan, terobosan dan dukungan untuk pengembangannya.
Dariatas pesawat udara mendekati kota Merauke, sepanjang mata memandangyang terlihat hanyalah dataran yang luas, tidak ada gunung dan bukit,sebagian telah dikembangkan sebagai areal pertanian, namun masih banyaklagi yang terbengkalai belum dimanfaatkan. Lahan rawa disini sangatberbeda dengan daerah lain yang merupakan lahan gambut, disinimerupakan lahan datar dan ber-rawa aluvial, sehingga cocok untukmengembangkan berbagai jenis tanaman. Sumberdaya air justru melimpahdan jumlah curah hujan dan hari hujan sepanjang tahun juga banyak.
Permasalahanlebih banyak karena aspek sumberdaya manusia, karena kekurangan tenagakerja ataupun penduduk untuk memanfaatkan potensi dan sumberdaya alamyang melimpah ini, disamping kemampuan dan adopsii teknologi budidayapada masyarakat lokal yang masih rendah. Beruntung disini semenjakawal tahun 90-an telah banyak ditempatkan tranmigran, mereka inilahyang menjadi andalan dan pelopor dalam mengolah dan memanfaatkansumberdaya lahan tersebut untuk pembangunan pertanian, namun itupundirasakan masih jauh dari cukup.
Saat ini Merauke punyalahan pertanian yang siap dikembangkan seluas 1,94 juta hektar danlahan kering 0,55 juta hektar, hanya saja kondisi infrastruktur fisikwilayah yang kurang memadai, disamping kesulitan dalam akses pasar.Berbagai jenis tanaman pangan (terutama padi, jagung, kacang-kacangandan biji-bijian) berkembang baik di daerah ini dengan produktivitastinggi, sementara komoditas hortikultura yang pernah dibudidayakan jugasangat memuaskan, seperti kol, wortel, kacang panjang, cabe merah,bawang merah, ketimun dll. Dengan demikian tidaklah salah bila daerahini telah dicanangkan oleh Presiden sebagai Lumbung Pangan dan EnergiNasional.

Artikel 