Ungkapan prihatin atas aksi-aksi teror belakangan ini di Jayapura dan beberapa kabupaten di Papua datang dari tokoh gereja, Pdt Bas Weyai. Ketua Klasis Jayapura ini menghimbau semua pihak untuk tidak terprovokasi dengan berbagai isu yang ada. Hal yang sama juga disampaikan DAP Wilayah Balim La Poga.
"Segenap lapisan masyarakat dan semua umat beragama, jangan terprovokasi dengan isu - isu kekerasan yang terjadi di Papua pada umumnya dan khususnya di Kota Jayapura, Wamena dan Biak yang belakangan ini meresahkan dan mencemaskan tatanan hidup bermasyarakat," himbaunya.
Selaku masyarakat agamawi di Tanah Papua, ia juga mengajak semua pihak untuk menghargai hidup masing - masing sebagai anugerah Tuhan yang patut dipertanggungjawabkan dalam iman untuk menciptakan suasana damai dan kehidupan yang utuh dan harmoni. "Hindari perilaku yang menyusahkan hidup orang lain dan tindakan kekerasan yang menghancurkan moral manusia," ajaknya.
Pdt Bas Weyai juga mengingatkan bahwa selaku pimpinan umat beragama ia menghimbau seluruh umat Kristiani di Kota jayapura agar menghindari akses - aklses tindak kekerasan yang berbenturan dengan budaya damai, budaya persaudaraan yang rukun dan budaya saling menghargai dan menghormatri hak hidup setiap orang. " Mari pertahankan norma - norma kemanusiaan dalam suasana hidup yang berkeadilan dan bermartabat," katanya.
Ia sangat mengharapkan situasi ini dicermati dan ditangani dengan baik oleh aparat keamanan. Dalam hal ini Polda Papua beserta jajarannya untuk menyelidiki kasus - kasus tersebut secara hukum dan dengan pendekatan yang bersahaja dan sistematik agar memberikan kenyamanan bagi masyarakat. "Saya sangat prihatin dengan dengan kejadian ini, melihat kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang belakangan terganggu oleh kecemasan dan ketakutan akibat kekerasan," tandasnya.
Dari Wamena, himbauan menyikapi permasalahan-permasalahan yang terjadi belakangan ini Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya terkait pembunuhan-pembunuhan terhadap masyarakat sipil datang dari Ketua DAP Wilayah Balim La Poga, Lemok Mabel.Menurutnya, keinginan seluruh masyarakat di Papua agar proses penyelenggaraan pemilu bisa berjalan aman dan tertib, dinodai dengan air mata dan darah masyarakat sipil yang tidak tahu apa-apa.
"Untuk itu, kami mengharapkan pihak keamanan dan seluruh komponen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketentraman bersama supaya kita bisa menemukan sebenarnya siapa aktor dibalik semua peristiwa ini,"tegas Lemok Mabel.Dikataka, akibat kejadian ini, Kota Wamena menjadi mencekam, bahkan masyarakat menjadi trauma baik itu masyarakat asli Papua serta warga pendatang.
Dikataka, kejadian ini sempat terbangun suatu opini bahwa dalang dibalik semua peristiwa yang beruntun ini adalah DAP Wilayah Balim La Poga, untuk itu, pihaknya menegaskan bahwa isu itu tidak benar.î Sudah jelas agenda DAP Papua sesuai dengan hasil rapat pleno terakhir mengatakan bahwa DAP Papua hingga daerah maupun sub siap mensukseskan pemilu legislatif di Tanah Papua,î tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris DAP Wilayah Balim La Poga, Dominikus Surabut menuturkan hal yang sama. Pihaknya selaku masyarakat adat khususnya masyarakat Balim sangat menyesalkan peristiwa ini dan mengutuk keras kepada oknum tertentu yang tidak bertanggungjawab ini sehingga pihaknya menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga korban.
Dirinya menghimbau dan mengajak kepada masyarakat adat diluar Papua supaya bersama-sama untuk bergandengan tangan guna membangun kedamaian dan menghindari hal-hal yang mendiskriminasikan kelompok. Misalnya, persoalan ini akan bermuara kepada konflik sara, agama, suku dan etnis bahkan beberapa waktu lalu semua kelompok menvonis bahwa dalang dibelakang aksi ini adalah DAP dan itu tidak benar. ìMari kita semua kelompok baik itu paguyuban di luar Papua maupun pemerintah daerah bergandengan tangan untuk bersama-sama memecahkan persoalan dan mencari siapa dalang semua ini,î pungkasnya kepada Wartawan di Wamena, kemarin.(nal)
Sumber : Cenderawasih Pos
"Segenap lapisan masyarakat dan semua umat beragama, jangan terprovokasi dengan isu - isu kekerasan yang terjadi di Papua pada umumnya dan khususnya di Kota Jayapura, Wamena dan Biak yang belakangan ini meresahkan dan mencemaskan tatanan hidup bermasyarakat," himbaunya.
Selaku masyarakat agamawi di Tanah Papua, ia juga mengajak semua pihak untuk menghargai hidup masing - masing sebagai anugerah Tuhan yang patut dipertanggungjawabkan dalam iman untuk menciptakan suasana damai dan kehidupan yang utuh dan harmoni. "Hindari perilaku yang menyusahkan hidup orang lain dan tindakan kekerasan yang menghancurkan moral manusia," ajaknya.
Pdt Bas Weyai juga mengingatkan bahwa selaku pimpinan umat beragama ia menghimbau seluruh umat Kristiani di Kota jayapura agar menghindari akses - aklses tindak kekerasan yang berbenturan dengan budaya damai, budaya persaudaraan yang rukun dan budaya saling menghargai dan menghormatri hak hidup setiap orang. " Mari pertahankan norma - norma kemanusiaan dalam suasana hidup yang berkeadilan dan bermartabat," katanya.
Ia sangat mengharapkan situasi ini dicermati dan ditangani dengan baik oleh aparat keamanan. Dalam hal ini Polda Papua beserta jajarannya untuk menyelidiki kasus - kasus tersebut secara hukum dan dengan pendekatan yang bersahaja dan sistematik agar memberikan kenyamanan bagi masyarakat. "Saya sangat prihatin dengan dengan kejadian ini, melihat kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang belakangan terganggu oleh kecemasan dan ketakutan akibat kekerasan," tandasnya.
Dari Wamena, himbauan menyikapi permasalahan-permasalahan yang terjadi belakangan ini Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya terkait pembunuhan-pembunuhan terhadap masyarakat sipil datang dari Ketua DAP Wilayah Balim La Poga, Lemok Mabel.Menurutnya, keinginan seluruh masyarakat di Papua agar proses penyelenggaraan pemilu bisa berjalan aman dan tertib, dinodai dengan air mata dan darah masyarakat sipil yang tidak tahu apa-apa.
"Untuk itu, kami mengharapkan pihak keamanan dan seluruh komponen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketentraman bersama supaya kita bisa menemukan sebenarnya siapa aktor dibalik semua peristiwa ini,"tegas Lemok Mabel.Dikataka, akibat kejadian ini, Kota Wamena menjadi mencekam, bahkan masyarakat menjadi trauma baik itu masyarakat asli Papua serta warga pendatang.
Dikataka, kejadian ini sempat terbangun suatu opini bahwa dalang dibalik semua peristiwa yang beruntun ini adalah DAP Wilayah Balim La Poga, untuk itu, pihaknya menegaskan bahwa isu itu tidak benar.î Sudah jelas agenda DAP Papua sesuai dengan hasil rapat pleno terakhir mengatakan bahwa DAP Papua hingga daerah maupun sub siap mensukseskan pemilu legislatif di Tanah Papua,î tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris DAP Wilayah Balim La Poga, Dominikus Surabut menuturkan hal yang sama. Pihaknya selaku masyarakat adat khususnya masyarakat Balim sangat menyesalkan peristiwa ini dan mengutuk keras kepada oknum tertentu yang tidak bertanggungjawab ini sehingga pihaknya menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga korban.
Dirinya menghimbau dan mengajak kepada masyarakat adat diluar Papua supaya bersama-sama untuk bergandengan tangan guna membangun kedamaian dan menghindari hal-hal yang mendiskriminasikan kelompok. Misalnya, persoalan ini akan bermuara kepada konflik sara, agama, suku dan etnis bahkan beberapa waktu lalu semua kelompok menvonis bahwa dalang dibelakang aksi ini adalah DAP dan itu tidak benar. ìMari kita semua kelompok baik itu paguyuban di luar Papua maupun pemerintah daerah bergandengan tangan untuk bersama-sama memecahkan persoalan dan mencari siapa dalang semua ini,î pungkasnya kepada Wartawan di Wamena, kemarin.(nal)
Sumber : Cenderawasih Pos

Artikel 