760 Personil TNI/POLRI dikerahkan untuk melakukan panen padi milik warga yang berada di Distrik Semangga, Tanah Miring dan Kurik. Kebijakan Pemkab Merauke ini dilakukan lantaran warga di ketiga distrik tersebut kekurangan tenaga untuk melakukan panen padi yang mencapai ribuan hektar luasnya.
Diperkirakan, panen padi oleh TNI/POLRI ini akan berlangsung dalam beberapa hari. Demikian disampaikan Penanggung Jawab Kluster Program Pertanian Tanaman Pangan, Harmini ketika dijumpai Jubi di Kampung Yasamulya Distrik Tanah Miring, Merauke (1/4). “Ide ini dikeluarkan oleh pihak TNI sendiri dan kemudian direspon oleh Pemkab Merauke. Mereka semua bekerja secara sukarela, dan diharapkan dapat selesai secepatnya mengingat kondisi cuaca di Kabupaten Merauke yang kurang baik yang akan berpengaruh pada kualitas gabah," tutur Harmini. Dia juga mengatakan, direncanakan untuk Kampung Yasamulya akan dipanen seluas 5 hektar. Namun kemudian meluas menjadi 9 hektar dari total seluas 375 hektar yang akan dipanen.
Ditanyai tanggapannya mengenai keterlibatan TNI/POLRI dalam panen kali ini, Paiman pemilik lahan seluas 4,5 hektar di Kampung Yasamulya Distrik Tanah Miring mengatakan, cukup antusias dengan adanya bantuan dari aparat. “Baru kali ini terjadi dan sangat positif karena biasanya saya memanen sendiri," tuturnya. Paiman yang sudah sejak tahun 1985 menjadi petani, sangat antusias menyambut hasil tanam padi tahun ini, pasalnya sangat minim terserang hama sehingga hampir secara keseluruhan tanaman padi dapat dipanen secara melimpah. “Yang jelas tahun ini sangat menggembirakan, apalagi sekarang bantuan pemerintah banyak dan PPL sudah aktif di masyarakat membuat warga tani semakin bergairah," ucapnya dengan gembira.
Hal serupa juga disampaikan oleh Daryono, warga Kampung Semangga Jaya yang dijumpai terpisah oleh Jubi. Dirinya sangat terbantu dengan adanya keterlibatan aparat keamanan dalam memanen padi rakyat. Dikatakannya, selama ini dirinya harus mengeluarkan biaya khusus untuk membayar orang memanen padi tapi berkat bantuan aparat TNI dirinya tidak perlu menyediakan lagi anggaran khusus untuk menanam padi. “Biasanya saya keluarkan biaya satu juta rupiah karena harus membayar orang untuk bantu panen padi, namun sekarang tidak lagi karena generasi muda sekarang sudah tidak tertarik lagi menanam padi sehingga hanya orang-orang tua saja yang menanam padi," tuturnya seraya mengatakan bahwa jenis padi yang dipanen yaitu Membramo, Cigeulis dan Ciherang. (drie/Merauke)
Sumber : Tabloid Jubi
Diperkirakan, panen padi oleh TNI/POLRI ini akan berlangsung dalam beberapa hari. Demikian disampaikan Penanggung Jawab Kluster Program Pertanian Tanaman Pangan, Harmini ketika dijumpai Jubi di Kampung Yasamulya Distrik Tanah Miring, Merauke (1/4). “Ide ini dikeluarkan oleh pihak TNI sendiri dan kemudian direspon oleh Pemkab Merauke. Mereka semua bekerja secara sukarela, dan diharapkan dapat selesai secepatnya mengingat kondisi cuaca di Kabupaten Merauke yang kurang baik yang akan berpengaruh pada kualitas gabah," tutur Harmini. Dia juga mengatakan, direncanakan untuk Kampung Yasamulya akan dipanen seluas 5 hektar. Namun kemudian meluas menjadi 9 hektar dari total seluas 375 hektar yang akan dipanen.
Ditanyai tanggapannya mengenai keterlibatan TNI/POLRI dalam panen kali ini, Paiman pemilik lahan seluas 4,5 hektar di Kampung Yasamulya Distrik Tanah Miring mengatakan, cukup antusias dengan adanya bantuan dari aparat. “Baru kali ini terjadi dan sangat positif karena biasanya saya memanen sendiri," tuturnya. Paiman yang sudah sejak tahun 1985 menjadi petani, sangat antusias menyambut hasil tanam padi tahun ini, pasalnya sangat minim terserang hama sehingga hampir secara keseluruhan tanaman padi dapat dipanen secara melimpah. “Yang jelas tahun ini sangat menggembirakan, apalagi sekarang bantuan pemerintah banyak dan PPL sudah aktif di masyarakat membuat warga tani semakin bergairah," ucapnya dengan gembira.
Hal serupa juga disampaikan oleh Daryono, warga Kampung Semangga Jaya yang dijumpai terpisah oleh Jubi. Dirinya sangat terbantu dengan adanya keterlibatan aparat keamanan dalam memanen padi rakyat. Dikatakannya, selama ini dirinya harus mengeluarkan biaya khusus untuk membayar orang memanen padi tapi berkat bantuan aparat TNI dirinya tidak perlu menyediakan lagi anggaran khusus untuk menanam padi. “Biasanya saya keluarkan biaya satu juta rupiah karena harus membayar orang untuk bantu panen padi, namun sekarang tidak lagi karena generasi muda sekarang sudah tidak tertarik lagi menanam padi sehingga hanya orang-orang tua saja yang menanam padi," tuturnya seraya mengatakan bahwa jenis padi yang dipanen yaitu Membramo, Cigeulis dan Ciherang. (drie/Merauke)
Sumber : Tabloid Jubi

Artikel 